Selamat! 2 Guru SMPN 35 Samarinda Lulus Seleksi Guru Penggerak Tingkat Nasional

Lagi-lagi prestasi membanggakan dicetak para pengajar di SMP Negeri 35 Samarinda.

Kali ini kabar sukacita datang dari dua orang guru yakni Ibu Yuliana dan Bapak Bayu Djailani.

Keduanya dinyatakan lulus Seleksi Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 2.

Rekrutmen secara nasional dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Dalam lampiran surat bernomor 1349/B.B2/GT.03.15/2021 tertanggal 25 Maret 2021 yang diteken Direktur Jenderal, Iwan Syahril, di wilayah Provinsi Kaltim hanya SMPN 35 Samarinda yang tertera untuk tingkat SMP di Kota Tepian.

Alhamdulillah, kami ucapkan selamat kepada rekan-rekan guru yang berhasil lulus, ini menjadi kabar genbira dan kebanggaan bagi kami semua,” ujar Kepala SMPN 35 Samarinda, Ibu Hj Dini Indriani MPd.

Ibu Yuliana SPd

Ia menjelaskan, Ibu Yuliana SPd merupakan guru Matematika, sedangkan Bapak Bayu Djailani mengajar Seni Budaya dan Kesenian.

Bu Yuli dan Pak Bayu memang dikenal sebagai guru yang kreatif,” pujinya.

Bapak Bayu Djailani

Dalam surat Kemendikbud disebutkan bahwa Pembekalan Calon Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak telah dilaksanakan pada tanggal 16 Februari s.d 19 Maret 2021 yang diikuti calon pengajar praktik yang lulus tahap 2, sejumlah 609 orang.

Selanjutnya, sejumlah 564 orang dinyatakan memenuhi persyaratan/standar (lulus) dan layak sebagai Pengajar Praktik PGP.

Untuk diketahui, seleksi program ini berlangsung dalam beberapa tahapan.

Pada tahap pertama, peserta seleksi diwajibkan mengisi biodata dan membuat esai, mengunggah dokumen dan mengikuti tes bakat skolastik.

Selanjutnya tahap kedua adalah seleksi simulasi mengajar dan wawancara.

Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Praptono mengatakan Kemendikbud akan terus melakukan seleksi guru-guru terbaik di Tanah Air.

Khususnya tenaga pengajar yang memiliki potensi dapat menggerakkan ekosistem di lingkungan sekolahnya untuk berkolaborasi dengan sekolah lainnya.

“(Kami akan) menyeleksi guru-guru yang mau bergerak tanpa disuruh, dan (mereka) bergerak selalu berpihak kepada murid,” kata Praptono seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud, Senin 28 Maret 2021.

Guru-guru yang lolos seleksi akan mengikuti program PGP dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning (daring dan luring) selama sembilan bulan.

Program ini dirancang untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan.

Sebanyak 70 persen kegiatan dilakukan dalam bentuk belajar di tempat kerja (on the job learning). Sehingga saat mengikuti program PGP tetap bisa bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah.

Sementara 20 persen kegiatan PGP dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen sisanya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.

Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing dan didampingi oleh instruktur, fasilitator, dan pengajar praktik (pendamping).

Informasi selengkapnya mengenai seleksi Guru Penggerak ini dapat diakses melalui laman Program Guru Penggerak di https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/.

(Media Partner)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *