Kita akan menghadapi Ujian Daring Berbasis Komputer (UDBK)

(Oleh:  Hj. Dini Indriani, M.Pd (Kepsek SMPN 35 Samarinda)

Sudah banyak istilah yang digunakan untuk menguji kemampuan peserta didik di akhir tahun pelajaran, terakhir istilah yang digunakan adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Namun UNBK ini sudah berakhir untuk tahun ini,dimana pada saat belum diumumkan untuk dihapus prosesnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2019, mulai memvalidkan data peserta, sampai memperbaiki data peserta yang salah.

Proses ini sempat terhenti karena belum adanya keputusan tetap menggunakan UNBK atau tidak.

Setelah keputusan keluar bahwa UNBK tetap dilaksankan, dan kami sempat melaksanakan satu kali simulasi.

Bersamaan itu juga adanya informasi bahwa tahun yang akan datang akan menggunakan Assessment Ketuntasan Minimal (AKM), dan guru-guru juga sudah melakukan simulasinya.

Dengan keputusan itu maka proses dilanjutkan.

Sosialisasi dari pusat sampai ke sekolah telah dilaksanakan.

Akhirnya keluar surat edaran tentang penilaian pada masa pandemi.

Semua rencana dan proses UNBK dihentikan, sehingga ujian akhir untuk kelas 7, 8, & 9, dilaksanakan secara daring, untuk kelas 9 hanya menggunakan nilai Ujian Sekolah (US) di akhir tahun pelajaran.

Tahun 2020 ini sudah mulai dilaksanakan sosialisasi tentang Penilaian yang sekarang bernama Ujian Daring Berbasis Komputer (UDBK).

Diawali dengan mengisi form bagi koordinator Disdik, Kemenag, dan Kacabdin.

Setelah itu ditentukan Tim Teknis pada masing-masing jenjang pendidikan.

Mengawali program ini diadakanlah sosialisasi dan simulasi berskala kecil.

Peserta simulasi adalah Tim Teknis.

Dengan berjalannya waktu dipilihlah proktor untuk sekolah.

Sebanyak kuota yang ditetapkan dipilihlah proktor sekolah di tiap-tiap kab/kota.

Hari Kamis tanggal 10 September 2020 dilaksanakan sosialisasi bagi Koordinator dan Tim tekhnis.

Setelah selesai sosialisasi peserta dibagi ruangan zoom perkab/kota.

Setiap tim tekhnis memberikan arahan pada proktor untuk melakukan simulasi.

Namanya baru simulasi tentunya dari hasil kegiatan banyak kendala yang ditemukan masalah muncul di server, aplikasi, perangkat, dan sinyal.

Dari kegiatan ini yang diutamakan adalah kesanggupan aplikasi atau sistem untuk melaksanakan UBKD.

Dari hasil simulasi akan diperbaiki, ditambah, atau diganti agar pelaksanaan nantinya sukses.

Mengutip kesimpulan dari salah satu Tim Teknis dalam menanggapi keluhan peserta saat mengisi angket pelaksanakan kegiatan ini, yaitu: “Tujuan dari simulasi untuk mengetes server pusat dan mencari permasalahan yang ada di lapangan sedangkan angket gunanya untuk mengetahui kendala yang ada di lapangan bahkan untuk kasus Blank yang kita temui, mudahan muncul solusi terbaik”.

Sepertinya kita harus siap dan benar-benar siap menghadapi dunia digital ini.

Penyiapan ilmu, perangkat, dan kesiapan diri  menghadapi era digital ini.

Menyiapkan  diri untuk bisa menerima  dan mempelajari perubahan zaman.

(Samarinda, Jumat, 110920)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.